Langsung ke konten utama

Sosialisasi KI di SMA Swasta Cendana Pekanbaru, Fajar Lase: Hasil Karya di Ranah Kreatif dan Digital Salah Satu Bentuk Kekayaan Intelektual*

*Sosialisasi KI di SMA Swasta Cendana Pekanbaru, Fajar Lase: Hasil Karya di Ranah Kreatif dan Digital Salah Satu Bentuk Kekayaan Intelektual*
Pekanbaru - Staf Khusus Menkumham Bidang Transformasi Digital Fajar BS Lase terus menggencarkan sosialisasi tentang kekayaan intelektual (KI) kepada generasi muda, agar sejak dini tahu cara mendaftarkan ide dan kreatifitas yang dihasilkan masuk dalam kekayaan intelektual, baik berupa merek, paten, hak cipta, dan desain industri.

Kali ini, Fajar Lase mengunjungi SMA Swasta Cendana Pekanbaru, Senin (17/10). Di awal mukaddimahnya, Fajar memberikan penjelasan mengenai efek dari perubahan dan perkembangan teknologi informasi. Disebutkannya, para siswa SMA, yang termasuk ke Generasi Z memiliki lebih banyak pilihan dalam kehidupannya. Pilihan yang tidak lagi terbatas ruang dan waktu.

"Contohnya untuk pilihan karir, yang diperlukan tidak lagi pekerjaan konvensional. Saat ini banyak orang yang bisa berhasil dengan menjadi desainer grafis atau content creator
Bentuk karir di saat ini dan dimasa yang akan datang juga sebagian besar berada di ranah kreatif dan digital. Dan karya-karya ini adalah salah satu bentuk kekayaan intelektual," jelas Fajar Lase.

Dalam kesempatan itu juga, Fajar Lase mengapresiasi siswa SMA Swasta Cendana Pekanbaru. Sebab, saat melakukan tanya jawab dengan para siswa SMA Swasta Cendana Pekanbaru, para siswa sudah mulai mengetahui tentang perbedaan kategori kekayaan intelektual.

"Sekarang kami tahu, ternyata Kekayaan Intelektual terbagi atas Personal dan Kekayaan Intelektual Komunal. Sedangkan KI Personal terdiri dari Paten, Merek, Desain Industri, Indikasi Geografis, Rahasia Dagang. Sedangkan KI Komunal berupa Budaya Tradisional, Pengetahuan Tradisonal (PT), Sumber Daya Genetik (SDG) dan lainnya," kata salah seorang siswa.

Salah satu guru dari SMAS Cendana juga bertanya tentang perlindungan hak cipta atas ciptaan berupa puisi kepada Fajar Lase. Menanggapi hal ini, Fajar Lase menyebutkan, pendaftaran hak cipta berupa deklaratif, sehingga siapa saja bisa mendaftarkan terlebih dahulu. 

"Karena itu sangatlah penting untuk segera mendaftarkan hak cipta begitu hasil karyanya selesai sehingga tidak dicuri orang lain," katanya.

Fajar juga mengingatkan, semua orang yang merasa hak cipta atau bentuk hak kekayaan intelektual lainnya di klaim oleh orang lain, bisa mengajukan permohonan peninjauan yang jika kemudian hari terbukti jika hak ciptanya adalah murni miliknya.

"Maka hak cipta yang sudah didaftarkan bisa dibatalkan secara resmi udan pihak yang melayangkan keberatan bisa mendapatkan hak yang sudah seharusnya dimilikinya," tutupnya.
Narasumber setiadi
Koresponden azman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kabidkum Polda NTT Kombes Pol. Halasan Roland Situmeang Terima Penghargaan, Usai Putusan MA Terkait Kasus Tanah Asrama Ditpolairud

Terkait Kasus Tanah Asrama Ditpolairud, Kabidkum Polda NTT Kombes Pol. Halasan Roland Situmeang Terima Penghargaan Kabidkum Polda NTT Kombes Pol. Halasan Roland Situmeang Terima Penghargaan, Usai Putusan MA Terkait Kasus Tanah Asrama Ditpolairud Jakarta - Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo di tubuh Polri telah tercipta kemenangan yang luar biasa dan berprestasi. Dimana sebanyak 54 Anggota dan 6 Masyarakat menerima penghargaan dari Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/03/2022). Salah satu yang menerima penghargaan adalah Kabidkum Polda NTT Kombes Pol. Halasan Roland Situmeang, S.I.K., M.Si (HAR). Ia membanggakan institusi Polri bersama dan 6 anggota-nya telah berprestasi memenangkan Peninjauan Kembali (PK) kasus tanah asrama Ditpolairud Polda NTT. "Kasus ini sudah kalah selama 12 Tahun pada tingkat Kasasi dengan mengajukan novum dan sebagai Kuasa Hukum mewakili Kapolda NTT. Terhadap Putusan Mahkamah Agung RI, Putusan Pengadil...

HULU BALANG HINDUK TALANG BATIN TENGAYAN SILATURAMI KE LEMBAGA ADAT MELAYU KABUPATEN SIAK, SERTA MENZIARAHI MAKAM RAJA KECIL DAN MAKAM SULTAN SIAK II

pekanbaru-tuahtv.com.kamis-27-01-2022 Masyarakat adat  hindok talang batin tengayan melalui hulubalang hinduk talang batin tengayan melakukan ziarah ke pemakaman datuk rajo kecil dan ke pemakaman sultan  abdul jalil muzzafar syah, tengku buwang asmara sultan siak l l THN 1746-1765, Halini di sambut baik ketua adat melayu kabupaten siak datuk sri wan said,  beserta keluarga besar lambaga adat di gedung lembaga adat,,, Dalam kunjungan silaturahimi ini terjadi dukungan antara satu samalain untuk menjalankan beberapa kerjasam dalam urusan adat istiadat,,, Perbincangan dan temu ramah terus berjalan dengan penuh haru dimana menurut ketua lembaga adat melayu kabupaten siak bahwa selama ini pihak pemerintah kabupaten tidak pernah memerhatikan lembaga adat yang berada di kabupaten siak sehingga gedung  lembaga adat melayu kabupaten siak berantakan ujar datuk seri wan selaku ketua adat di kabupaten siak, Selain itu ketua lembaga ...

Hidup Mandiri, Acha Putri Vanesa Pemain Sinetron dan Selebgram Ini Belajar Ilmu UKM ke Gus Din

Hidup Mandiri, Acha Putri Vanesa Pemain Sinetron dan Selebgram Ini Belajar Ilmu UKM ke Gus Din Jakarta - Acha sapaan akrab dari Chaca Putri Vanesa merupakan artis sinetron dan Film Televisi (FTV) yang memulai karir sejak tahun 2018. Sejak usia 21 tahun Acha bergelut di dunia sinetron dan FTV sejak belia remaja. Pemilik nama asli Siti Aisyah berusia 24 tahun ini juga aktif di dunia model dan entertainment. Dengan postur tubuh yang ramping 48 kg dan tinggi 169 cm, Acha sering diundang tampil di catwalk dan pemotretan. "Selain sebagai pemain sinetron dan FTV sejak 2018. Acha juga aktif model dan fotografi sejak 2012. Kadang-kadang diundang untuk tampil di catwalk dan foto endorsmen produk di media atau iklan," terang Acha, gadis kelahiran Bukit Tinggi, 06 Oktober 1997 ini. Acha mengaku juga pelaku usaha kecil menengah (UKM) bidang fashion khususnya baju remaja. Hasil uang dari sinetron dan FTV dikembangkan ke dunia usaha kecil-kecilan di Bukit...